NAGA ERAU DAN PUTRI KARANG MELENU bagian 6

 NAGA ERAU DAN PUTRI KARANG MELENU bagian 6




Pintu tersebut mendadak seperti mendengung dan di dalam pintunya muncul seperti riak pusaran air kemudian tenang, pintu tersebut kini seperti jendela dan terlihat area lain di dalamnya.


Ladja dan Kelikng turun dari kudanya. 


Heran dengan kejadian tersebut, mereka melihat sekeliling pintu tersebut, heran dengan pemandangan yang ada di dalam pintu tersebut yang sangat berbeda dengan area mereka saat ini.


“Saat kita masuk, kita akan sampai di area Sungai Niah!” jelas Karang Melenu gembira.


Kemudian Karang Melenu menaikki kudanya dan memasuki pintu tersebut. Karang Melenu melambaikan tangannya ke arah Ladja dan Kelikng yang masih bengong.


Ladja dan Kelikng mengikutinya masuk ke pintu tersebut.


Ajaib. Mendadak Ladja dan Kelikng berada di Sungai Niah. 


“Eh… kalian meninggalkan kuda kalian masih di sana!” Karang Melenu mengingatkan.


Ladja dan Kelikng melihat ke pintu, ya, kuda mereka masih di sana, dengan bergegas Ladja dan Kelikng kembali memasuki pintu tersebut dan membawa kuda mereka ke Sungai Niah dengan cepat.


“Seperti mimpi, kau memang Putri Raja Naga Erau!” puji Kelikng dengan berteriak gembira sembari melihat ke Karang Melenu.


“Luar biasa Putri!” Puji Ladja,”Hal ini baru aku alami dalam hidupku!”

Karang Melenu segera menyentuh pintu tersebut dan menjadi kecil lagi, kemudian memasukkan ke dalam sakunya.


“Ajaib! Kesaktian apa itu namanya?” tanya Kelikng.


“Oh ini namanya pintu teleport dengan teknologi kuantum organik, hanya dapat melakukan teleport saja, tidak dapat lintas waktu karena fungsinya dibatasi demikian,” jelas Karang Melenu.


“Oh…,” Ladja dan Kelikng menjawab seolah mengerti, padahal tidak sama sekali.


Karang Melenu tersenyum melihat hal itu. 


“Nah… kini ayo ke area tujuanku,” ajak Karang Melenu sembari melihat peta yang muncul di retina matanya.


“Lokasi area teknologi terkunci,” tulisan di retina matanya dan suara muncul di kepalanya tanda bahwa komputer kuantum organik yang berada di kepalanya sedang aktif menunjukkan arah sekaligus tracking lokasi.   


“Uh… sepertinya aku sudah tidak perlu lagi membimbingmu ke Sungai Niah, itu Sungai Niah sudah di depan mata,” tunjuk Ladja ke sungai yang tidak jauh dari mereka berada.


“Oh… iya, benar,” jawab Karang Melenu.


“Jadi selamat berpisah, aku akan ke saudaraku yang berada tidak jauh di dekat pemukiman desa area sini, sampai bertemu lagi!” ucap Landja sembari menaikki kudanya dan mengangguk ke arah Karang Melenu dan Kelikng lalu kudanya bergerak menjauh.


“Ayo Kelikng, ikuti aku,” ajak Karang Melenu.


Kelikng menganggukkan kepala dan mengikuti Karang Melenu yang sudah menaikki kudanya dan bergerak ke satu arah.


“Target lokasi bergerak!” jelas komputer kuantum organik yang ada di kepalanya.


“Dimengerti, sepertinya teknologinya portabel seperti milik kita,” ucap Karang Melenu.


“Kau berbicara dengan siapa?” tanya Kelikng.


“Oh… dengan ayahku, dia dapat berkomunikasi denganku dengan jarak jauh, telepati,” jelas Karang Melenu.


“Oh… kesaktian yang luar biasa, sampaikan salahku pada Raja Naga, Kelikng menyampaikan hormat!” ujar Kelikng.


“Eh… iya, terima kasih jawab ayahku” ucap Karang Melenu menghibur.


Kelikng tampak tersenyum,”Tidak kukira pertemuan kita membawaku berpertualang dan bertemu Raja Naga, suatu kehormatan bagiku.”


Karang Melenu tersenyum mengangguk kepada Kelikng. 


“Disarankan untuk menggunakan alat teleport untuk mencegat agar target dapat dikejar lebih cepat,” komputer kuantum organik di kepala Karang Melenu memberi info dan saran.



Bersambung


Comments

Popular Posts